Tingkatkan Produksi Jagung

Dupont Luncurkan Hibrida P29 Harimau

[Foto: Ist]
PANEN -Perwakilan PT Dupont Indonesia, Camat Purba Jan Chrisdo Damanik dan perwakilan petani panen raya P29 Harimau, Sabtu (16/3)

.

Simalungun – Menjawab tantangan dan keinginan petani jagung dalam meningkatkan produktivitas, PT Dupont kembali menghadirkan Jagung Hibrida P29 Harimau yang dikhususkan untuk daerah dataran tinggi.

Peningkatan hasil panen dibuktikan District Agronomist PT Dupont Indonesia, dalam acara panen bersama P29 Harimau dengan sekitar 300 petani di Nagori Pematang Purba, Kecamatan Purba, (16/3) lalu.

Perwakilan PT Dupont Indonesia Budi Jalu menyatakan, Pioneer memahami kesulitan petani di dataran tinggi untuk bertanam jagung, apalagi dalam curah hujan yang cukup tinggi saat ini. Tingginya serangan penyakit menyebabkan penurunan produktivitas tanaman jagung.

”P29 Harimau dari Pioneer bisa diandalkan walau pada kondisi cuaca yang tidak menguntungkan. Petani dapat melihat langsung performa P29 yang tetap prima, sehingga produktifitas dan kesejahteraan petani jagung tetap terjaga,” ujar Budi.

Pioneer sebagai produsen benih jagung hibrida terkemuka telah melakukan riset secara terus menerus dan mendalam untuk memenuhi kebutuhan para petani jagung dengan meluncurkan P29 Harimau.

P29 Harimau memiliki semua karakteristik jagung hibrida yang diinginkan petani, yaitu hasil tinggi, tahan penyakit, serta memiliki batang dan perakaran yang kokoh. Khusus di daerah pertanaman dataran tinggi, P29 Harimau juga tahan terhadap penyakit busuk tongkol dan hawar daun, sehingga dapat tetap berproduksi baik.

Sifat-sifat tersebutlah yang membuat P29 dijuluki Jagung Harimau. Agronomist PT Dupont Indonesia Wilayah Sumatera Utara, Fernandes Simanjuntak dan Afri Saragih mengatakan, P29 Harimau adalah benih yang tepat untuk budidaya tanaman jagung di dataran tinggi.

Pada jenis lahan dan ketinggian yang berbeda, kebutuhan benih tidak bisa diseragamkan.
“Kami selalu berusaha memberikan teknologi terbaik bagi petani agar mendapatkan panen yang tinggi,” kata Fernandes.  Penyakit hawar daun dan busuk tongkol yang lazim menyerang tanaman jagung di dataran tinggi sangat berisiko menurunkan hasil panen.

Afri Saragih menambahkan, benih unggul harus diikuti oleh cara tanam dan pemeliharaan yang tepat. “Kami menganjurkan pengaturan jarak tanam 75 x 20 cm, penggunaan satu benih per lubang, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan berimbang. Kombinasi benih unggul dan budidaya yang tepat akan mengoptimalkan panen petani,” kata Afri.

Sedangkan Ketua Kelompok Tani Kecamatan Purba bermarga Pasaribu menyatakan, berdasarkan pengalamannya menanam jagung, P29 Harimau terbukti memberikan hasil yang paling tinggi. “P29 Harimau bisa menghasilkan 10.5 ton per hektare pipilan kering,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Camat Purba Jan Chrisdo Damanik menyatakan bahwa tanaman jagung merupakan salah satu tanaman yang bisa dikembangkan di Kecamatan Purba.

“Setelah mengikuti acara ini, diharapkan petani di Kecamatan Purba bisa memperoleh tambahan pengetahuan tentang budidaya jagung yang baik dan benar. Dengan pemilihan benih yang tepat dan budidaya yang tepat, panen petani akan meningkat,” ujar Jan Chrisdo Damanik. 

Sumber : www.metrosiantar.com

Tinggalkan Balasan:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s