Sebanyak 49 Pelajar Terjaring Razia di Tapanuli Utara.

Share on :   Google Plus

RAZIA: Pelajar yang terjaring razia operasi kasih sayang dikumpulkan di Halaman Kantor Satpol PP Taput, Selasa (9/4).

TARUTUNG  – Membolos, sebanyak 49 pelajar dari tingkat SMP dan SMA di Tapanuli Utara terjaring razia Operasi Kasih Sayang (OKS) yang digelar Satpol PP, Selasa (9/4). Mereka diciduk dari sejumlah warung yang diduga selama ini sebagai tempat nongkrong para pelajar.

Pantauan METRO, razia sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara petugas dengan pelajar. Namun, usaha itu gagal karena petugas berhasil melumpuhkan para pelajar tak jauh dari tempat mereka nongkrong.

Para pelajar yang terjaring itu sebagian ketahuan tengah asyik bermain dam batu domino di salah satu kantin sekolah dekat SMA Negri 2 Tarutung. Sebagian lagi berkeliaran di perkotaan dan kantin-kantin sekolah dengan mengenakan seragam sekolah.

Melihat petugas Satpol PP datang ke lokasi, para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah itu pun berhamburan. Sebagian sempat melompat tembok sekolah setinggi 2,5 meter dan berusaha kabur. Oleh petugas kemudian melakukan pengejaran. Namun Satpol PP kalah cepat, sehingga banyak pelajar yang berhasil kabur.

Sementara para pelajar yang berhasil diamankan langsung digelandang dengan menggunakan mobil patroli Satpol PP ke markas Satpol PP di Jalan SM Raja Tarutung untuk dibina. Setelah didata asal sekolah, petugas memanggil pihak sekolah masing-masing siswa tersebut.

Razia itu dimulai pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung dipimpin oleh Kepala Kantor Satpol PP Rudi Sitorus SSos diampingi J Aritonang selaku Kasi Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas. J Aritonang kepada METRO mengatakan, ke-49 pelajar yang terjaring tersebut terdiri dari 24 pelajar SMP dan 25 orang pelajar setingkat SMA.

Ke-49 pelajar ini rata-rata diamankan dari kantin sekolah di tiga kecamatan, meliputi Kecamatan Tarutung, Siatas Barita dan Kecamatan Sipoholon. Razia ini, katanya, rutin dilaksanakan. Bukan dalam rangka apa-apa, namun semata untuk melakukan penertiban, antisipasi dini menghindari adanya tindakan kenakalan pelajar.

“Razia ini bertujuan untuk mengurangi pelajar yang bolos saat jam belajar. Ini demi kebaikan mereka (pelajar, red),” ucapnya. Dia juga mengakui, ketika hendak melakukan penangkapan, pelajar sempat melakukan perlawanan hingga petugas dan pelajar sempat saling kejar-kejaran.

“Mereka sempat melawan saat kita tangkap. Ada yang berusaha melarikan diri, namun tidak berhasil karena petugas langsung sigap dan melakukan pengejaran. Begitu dapat, mereka kita kumpulkan dan didata serta diberi bimbingan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ucapnya.

Terpisah, sebagian para pelajar yang terjaring ketika dimintai keterangannya mengelak dan mengatakan bahwa mereka tidak membolos melainkan mau rapat OSIS.  “Sebenarnya kami mau rapat OSIS. Jadi menunggu rapat itu digelar kami singgah ke kantin dan tiba-tiba petugas Satpol PP datang.

Kami pun jadi takut dan berusaha kabur,” kata salah seorang pelajar yang menolak namanya disebutkan. Sementara sebagian lagi bolos karena malas mengikuti pelajaran seiring gurunya juga sering tidak masuk.

“Saya membolos karena guru kami juga sering tidak masuk mengajar. Kalaupun masuk, kami hanya disuruh mencatat dan catat saja,” kata salah seorang pelajar SMP yang tertangkap itu.

Kondisi itu, katanya yang membuatnya memilih pergi. Pergi ke kantin dan memilih bermain. “Namun demikian saya minta maaf dan berjanji untuk tidak membolos lagi,” ucapnya. 

Sumber :  www.metrosiantar.com

Tinggalkan Balasan:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s