Cabuli 17 Bocah Keluarga Serang Dukun Cabul.

MENGEJAR- Keluarga korban berusaha mengejar terdakwa hingga ke ruang tahanan. [Foto: Darwis Damanik]
.

SIMALUNGUN – Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, menggelar sidang perdana perkara pencabulan yang diduga dilakukan Kaliaman Gultom (52), seorang dukun (paranormal, red), Senin (2/9). Sebelum dan usai sidang, keluarga korban menyerang terdakwa.

Pantauan METRO, sekira pukul 11.00 WIB terdakwa tiba di PN Simalungun dari Lapas Klas IIA Pematangsiantar dengan menggunakan mobil tahanan bersama tahanan lain. Di  PN Simalungun, terdakwa yang baru turun dari mobil, langsung dikejar para keluarga korban yang kebanyakan kaum ibu. Dengan melontarkan kata-kata kotor dan berbau sumpah, keluarga korban berusaha memukul terdakwa.

Tidak sampai di situ, para keluarga korban juga mendatangi ruang tahanan. Terdakwa yang bersembunyi di kamar mandi ruang tahanan, lagi-lagi mendapat makian dan sumpah para orangtua korban.

“Keluar kau Kaliaman, dukun cabul. Kau lihat anak-anak ini yang menjadi korbanmu. Keluar kau dukun cabul. Keluar kau binat***,” teriak Safridah Handayani (38), warga Kecamatan Bandar Huluan yang merupakan orangtua korban pencabulan.

Di sela-sela meluapkan emosinya, kepada METRO, Safridah Handayani mengaku kedua anaknya, yakni KS (12) dan AS (14), menjadi korban pencabulan terdakwa. Dengan mengajak menonton video porno, terdakwa merabah seluruh tubuh anaknya termasuk di bagian sensitif mereka. Tidak sampai di situ, kata Safridah, menurut pengakuan kedua anaknya saat diintrogasi, terdakwa juga menusuk-nusuk kemaluan anaknya dengan kayu hingga luka.

“Ada 17 anak yang dicabulinya, Pak. Ada 15 perempuan dan 2 laki-laki. Hancur masa depan anak kami, Pak. Dia juga sering ngasih uang sama anak kami. Bukan manusia memang itu. Selama ini dia dikenal baik dan dukun, rupanya dukun cabul,” ujarnya.

Masih penjelasan ibu dua anak itu, anaknya AS juga mendapat pengancaman dari terdakwa, sehingga AS trauma dan tak mau sekolah. Selain itu, dia juga mengaku kalau AS lebih sering murung. Bahkan terkadang takut melihat ayahya sendiri.

“Sampai nggak mau lagi anakku ini bicara, Pak. Apa nggak ngeri kali perbuatan dia (terdakwa) itu. Kami mau dia dihukum seumur hidup. Kami mau harus seumur hidup. Karena kalau dia keluar lagi, pasti dia melakukan cabul lagi,” harapnya.

Sementara itu, AS yang sempat diwawancarai METRO mengisahkan, saat melakukan aksinya, dia dan anak-anak lainnya disuguhi dengan video porno. Saat dia diraba hingga ke bagian sensitif-nya , anak yang lain menonton dan menunggu giliran.  “Kalau aku kasih tau, katanya aku sama keluargaku akan dibunuh. Terus akupun dilarang pacaran sama orang, Bang,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Setiap kali terdakwa melakukan perbuatan bejatnya, AS mengaku diberi uang dengan jumlah berbeda. “Pertama dikasih sepulu ribu, terus lima ribu, dua ribu juga pernah,” ujarnya sembari mengaku dirinya sudah dicabuli oleh terdakwa sebanyak enam kali.

Selanjutnya, sekira pukul 14.00 WIB, sidang pun digelar. Saat petugas penjagaan persidangan mengawal terdakwa, keluarga korban kembali berusaha mengejar. Beruntung pihak pengamanan bergerak cepat membawa terdakwa masuk ke dalam ruang persiangan.

Sidang yang dimpimpin Ketua Majelis Hakim Samuel Ginting beranggotakan David P Sitorus dan Sinta Gaberia Sitorus berlangsung tertutup. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus itu adalah Dostom Hutabarat.

Sekitar Pukul 16.30 WIB, Sidang dinyatakan selesai dan akan kembali dilanjutkan, Senin (9/9) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Saat terdakwa kembali dibawa menuju ruang tahanan, keluarga korban kembali mengejar dan berupaya memukul terdakwa. meski sudah dihadang beberapa petugas dan para jaksa, para keluarga korban tetap ngotot dan beberapa kali tampak terdakwa mendapatkan pukulan mentah.

Melihat para keluarga korban yang emosi terlalu banyak, petugas pengamanan persidangan memasukkan terdakwa ke ruangan panitera. Sementara para keluarga tetap menunggu terdakwa sembari kembali melontarkan sumpah serapah. ”Mati aja orang kayak kau, binat***. Rusak masa depan anak kami kau buat. Mati aja kau,” teriak para kaum ibu.

Ditemui di luar persidangan, JPU Dostom Hutabarat ketika dikonfirmasi mengatakan, Kaliaman Gultom didakwa dengan Pasal 81 Ayat 1 UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Ditanya mengenai pendapat terdakwa saat mendengarkan keterangan saksi, Dostom mengatakan, kalau terdakwa membantah keterangan seluruh korban.

”Dia membantahnya semua. Dia hanya mengaku meraba dada salah seorang korban. Namun itu semua akan kita buktikan di persidangan selanjutnya, hingga putusan nanti,” pungkasnya.

Sekedar mengetahui, berdasarkan surat dakwaan JPU Dostom Hutabarat Nomor Regiter. PDM -77/Siant/Ep.3/07/2013, terdakwa melakukan perbuatan cabul pada Minggu (24/4) lalu, di rumah terdakwa sendiri. Sebelum melakukan perbuatan bejat itu, terdakwa menyuguhkan fim porno kepada para korban.

Berdasarkan keterangan di persidangan, jumlah korban pencabulan tersebut sebanyak 17 orang, dua di antaranya laki-laki dan seluruhnya masih berusia 8 sampai 14 tahun. 

Sumber: Metrosiantar.com

Tinggalkan Balasan:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s