Inilah Perjalanan Karir Ratu Atut Chosiyah Dan Dinasti Politik Tubagus Chasan Sochib

Saeno   –   Senin, 07 Oktober 2013, 16:30 WIB

Ratu Atut Chosiyah

Bisnis.com, JAKARTA – Inilah perjalanan karir Ratu Atut Chosiyah. Ini menarik mengingat kasus suap pilkada Lebak membuat nama anak jawara banten Tubagus Chasan Sochib itu masuk daftar cekal KPK.

Masuknya Ratu Atut dalam daftar cekal membuat Twitter pun disibukkan dengan berbagai berita dan komentar tentang kakak kandung Tubagus Chaeri Wardhana ini.

Seperti diketahui, Tubagus Chaeri Wardhana adalah TCW alias W yang disebut Ketua KPK Abraham Samad sebagai tersangka pemberi suap kepada Akil Mochtar terkait sengketa pilkada Lebak.

TCW adalah suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Andai Atut tidak masuk dalam daftar cekal, mungkin ia tak akan terlalu menjadi sasaran perhatian publik.

Namun, karena yang terjadi adalah hal sebaliknya, orang pun menjadi ingin tahu lebih dalam tentang Ratu Atut Chosiyah.

Ratu Atut Chosiyah yang menyandang gelar Hajah dan bertitel Sarjana Ekonomi ini lahir di Ciomas, Serang, Banten, 16 Mei 1962. Begitu informasi yang tertera di Wikipedia.

Atut adalah perempuan Indonesia pertama yang berhasil menjadi gubernur.

Sebelum menjadi gubernur, Atut adalah wakil gubernur Banten yang terpilih bersama gubernur Djoko Munandar pada 11 Januari 2002 sebagai pemimpin provinsi baru pecahan dari Jawa Barat itu.

Kasus korupsi membuat Djoko Munandar dicopot dan Atut naik menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Banten.

Pada Pilkada Banten 2006, Atut yang berpasangan dengan Mohammad Masduki berhasil menjadi Gubernur Banten. Didukung Partai Golkar, PDI-P, PBR, PBB, PDS, Partai Patriot, dan PKPB duet Atut-Masduki memimpin Banten sejak pelantikan pada 11 Januari 2007.

Namun, kemenangan Atut di Pilkada 2006 terbilang riuh rendah dengan protes. Tiga pasangan calon gubernur, yakni Zulkieflimansyah-Marissa Haque, Tryana Sjam’un-Benyamin Davnie, dan Irsjad Djuwaeli-Mas A. Daniri menyatakan menolak dan menggugat hasil pilkada tersebut.

Pada Pilkada Banten 2011-2015, Atut kembali maju dan kali ini berpasangan dengan Rano Karno. Hasil pilkada yang diumumkan KPUD Banten pada 30 Oktober 2011 memastikan kemangan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno.

Kali ini Atut-Rano mengalahkan pasangan Wahidin Halim-Irna Nurulita dan Jazuli Juwaeni-Makmun Muzzaki.

Banten di bawah kepemimpinan Atut, menurut sumber di provinsi ini, terus bergerak melakukan perbaikan infrastruktur. “Rakyat kebanyakan juga menerima Ibu Atut dengan baik, karena pribadinya yang memang menyenangkan dan menjadi harapan bagi perbaikan Banten,” ujar si sumber.

Namun, sumber ini juga tidak menampik bahwa penerimaan yang baik kepada Atut hanya terjadi di kalangan masyarakat kelas bawah. “Masyarakat kelas menengah yang melek media sih berpandangan lain,” ujarnya.

Seperti diketahui, selama kepemimpinan Atut, sejumlah kerabat termasuk keluarga Atut banyak yang mengisi posisi penting di Banten.

Pada 2008, adiknya Haerul Zaman terpilih menjadi Wakil Wali Kota Serang, kemudian menjadi Wali Kota Serang setelah sang Wali Kota meninggal.

Tahun 2010 Ratu Atut Chasanah, adik Ratu Atut, terpilih menjadi Wakil Bupati Serang.

Tahun 2011, Heryani, ibu tiri Atut terpilih menjadi Wakil Bupati Pandeglang.

Tahun 2011 juga, istri Tubagus Chaeri Wardana yakni Airin Rachmi Diany terpilih menjadi Wali Kota Tangerang Selatan.

Sementara itu, suami Atut, Hikmat Tomet, menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan dijagokan lagi oleh Golkar sebagai caleg di Pemilu 2014.

Sementara itu, anak Atut, Andika Hazrumy, tercatat sebagai anggota DPD RI dan terdaftar sebagai caleg Golkar untuk DPR RI pada Pemilu 2014 mendatang.

Sementara itu dikabarkan bahwa anak tiri Atut, Tanto Warbono Arban, masuk dalam daftar calon anggota DPRD I Banten pada Pemilu 2014.

Nama lain yang terkait dengan Atut adalah Rosi Khoerunnisa.

Rosi adalah saudara ipar Atut dan kini tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD II Serang. Golkar berencana mengusung Rosi untuk duduk di DPRD I Banten pada Pemilu 2014.

Untuk posisi anggota DPD RI 2014, keluarga Atut yang dipromosikan adalah Andiara Aprilia Hikmat.

Jauh sebelum kasus Akil Mochtar dan sengketa Pilkada Lebak mencuat, tudingan bahwa Atut sedang membangun dinasti politik di Provinsi Banten sempat mengemuka.

Tudingan itu lambat laun mereda dan mencuat kembali belakangan ini.

Sejauh ini, Atut tak banyak komentar soal tudingan itu.

Sumber: Bisnis.com

Tinggalkan Balasan:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s